Zikir Menjelang Tidur

Zikir Menjelang Tidur

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (syaitan) pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. (QS. an-Nas: 1-6) Kemudian dua telapak tangan mengusap tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan.

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki. (QS. al-Falaq: 1-5)

Allah Maha Besar

Segala puji bagi Allah

Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, aku merebahkan punggungku kepada-Mu, dengan mengharap rahmat dan takut pada siksa-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan penyelamatan dari azabmu-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan dan nabi-Mu yang Engkau utus.

Membaca surah (Alif Lam Mim) as-Sajadah dan surah Tabarak

Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan yang Menguasainya. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan kesyirikannya, atau aku melakukan keburukan terhadap diriku atau mendorong orang Islam padanya

Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, yang mencukupi kebutuhan kami dan memberikan tempat tinggal bagi kami. Betapa banyak orang yang tidak ada yang mencukupi kebutuhannya dan tidak ada yang memberinya tempat tinggal.

Ya Allah, Tuhan langit yang tujuh, Tuhan bumi, dan Tuhan 'Arasy yang agung, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, Yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan, Yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur'an). Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya. Ya Allah, Engkaulah yang pertama, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir setelah-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang dzahir, diatas-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang batin, di bawah-Mu tidak ada sesuatu, lunasilah hutang kami dan berilah kami kekayaan hingga kami terlepas dari kefakiran.

Maha Suci Allah.

Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan aku hidup.

Ya Allah lindungilah aku dari siksa-Mu di hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.

Ya Allah, Sesungguhnya Engkau menciptakan diriku, dan Engkaulah yang akan mematikannya. Mati dan hidupnya hanya milik-Mu. Apabila Engkau menghidupkannya, maka peliharalah ia. Apabila Engkau mematikannya, maka ampunilah ia. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu keselamatan

Dengan nama-Mu wahai Tuhanku, aku merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu aku membangunkannya. Jika Engkau menahan jiwaku, maka rahmatilah ia, dan jika Engkau mengembalikannya, maka peliharalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang shaleh.

Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami ta’at.” (Mereka berdo’a): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkau-lah tempat kembali. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 285-286).

Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung. (QS. al-Baqarah: 255)

Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya." (QS.al-Ikhlas: 1- 4)